Meskipun aku di bawah reruntuhan puing-puing ekspektasiku, meski sesekali aku memegangi kepala dan sesekali memegangi dagu tanda kesadaran ini masih ada, walau ternyata semua itu hanyalah ilusi dan fatamorgana belaka, serasa perasaan kehilangan sesuatu dalam hidup, Aku masih mengingat-ingat dan bahkan sengaja untuk tidak melupakan akan keberadaanmu..., karena itu KERINDUAN tersendiri bagiku. Rerimbunan semak belukar hutan mahoni dan cemara, berteman rasa dinginnya hujan dan angin...kucoba mengumpulkan sedikit demi sedikit hati dan fikiranku yang hancur berlebur-lebur sehingga bisa kembali utuh meski aku belum tahu ini buat apa dan siapa.
Wallahu'alam!!!
Sabtu, 07 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar